Senin, 16 September 2013

ALUR SENYUM KARYAMIN


1.Karyamin memikul 2 keranjang batu kali
2.Karyamin tergelincir 2 kali
3.Karyamin ditertawakan teman-temannya
4.Karyamin kehilangan keseimbangan
5.2 keranjang batu tumpah
6.Karyamin ditertawakan teman-temannya
7.Teman-teman karyamin memprovokasi karyamin tentang istrinya
8.Karyamin pusing
9.Saidah menggelar dagangannya dibawah pohon waru
10.Karyamin minta minum pada saidah
11.Saidah menawari Karyamin makan
12.Karyamin tidak mau,karena tidak mau menambah hutang
13.Karyamin melihat burung si paruh udang
14.Karyamin teringat pada anaknya
15.Karyamin kembali ke sungai
16.Karyamin ingin pulang karena istrinya meriang
17.Setengah bulan tengkulang belum membayar batunya
18.Karyamin pulang
19.Karyamin melihat jambu dan salak yang berserakkan
20.Karyamin urung mengambilnya karena tak layak makan
21.Karyamin melihat jengki di rumahnya
22.Pak Pamong sudah menunggu karyamin di rumahnya
23.Pak Pamong menagih iuran untuk korban kelaparan di afrika
24.Karyamin tertawa sekeras kerasnya
25.Karyamin pinsan

ALUR SENYUM KARYAMIN


1.Karyamin memikul 2 keranjang batu kali
2.Karyamin tergelincir 2 kali
3.Karyamin ditertawakan teman-temannya
4.Karyamin kehilangan keseimbangan
5.2 keranjang batu tumpah
6.Karyamin ditertawakan teman-temannya
7.Teman-teman karyamin memprovokasi karyamin tentang istrinya
8.Karyamin pusing
9.Saidah menggelar dagangannya dibawah pohon waru
10.Karyamin minta minum pada saidah
11.Saidah menawari Karyamin makan
12.Karyamin tidak mau,karena tidak mau menambah hutang
13.Karyamin melihat burung si paruh udang
14.Karyamin teringat pada anaknya
15.Karyamin kembali ke sungai
16.Karyamin ingin pulang karena istrinya meriang
17.Setengah bulan tengkulang belum membayar batunya
18.Karyamin pulang
19.Karyamin melihat jambu dan salak yang berserakkan
20.Karyamin urung mengambilnya karena tak layak makan
21.Karyamin melihat jengki di rumahnya
22.Pak Pamong sudah menunggu karyamin di rumahnya
23.Pak Pamong menagih iuran untuk korban kelaparan di afrika
24.Karyamin tertawa sekeras kerasnya
25.Karyamin pinsan

ALUR SENYUM KARYAMIN


1.Karyamin memikul 2 keranjang batu kali
2.Karyamin tergelincir 2 kali
3.Karyamin ditertawakan teman-temannya
4.Karyamin kehilangan keseimbangan
5.2 keranjang batu tumpah
6.Karyamin ditertawakan teman-temannya
7.Teman-teman karyamin memprovokasi karyamin tentang istrinya
8.Karyamin pusing
9.Saidah menggelar dagangannya dibawah pohon waru
10.Karyamin minta minum pada saidah
11.Saidah menawari Karyamin makan
12.Karyamin tidak mau,karena tidak mau menambah hutang
13.Karyamin melihat burung si paruh udang
14.Karyamin teringat pada anaknya
15.Karyamin kembali ke sungai
16.Karyamin ingin pulang karena istrinya meriang
17.Setengah bulan tengkulang belum membayar batunya
18.Karyamin pulang
19.Karyamin melihat jambu dan salak yang berserakkan
20.Karyamin urung mengambilnya karena tak layak makan
21.Karyamin melihat jengki di rumahnya
22.Pak Pamong sudah menunggu karyamin di rumahnya
23.Pak Pamong menagih iuran untuk korban kelaparan di afrika
24.Karyamin tertawa sekeras kerasnya
25.Karyamin pinsan

ALUR SENYUM KARYAMIN


1.Karyamin memikul 2 keranjang batu kali
2.Karyamin tergelincir 2 kali
3.Karyamin ditertawakan teman-temannya
4.Karyamin kehilangan keseimbangan
5.2 keranjang batu tumpah
6.Karyamin ditertawakan teman-temannya
7.Teman-teman karyamin memprovokasi karyamin tentang istrinya
8.Karyamin pusing
9.Saidah menggelar dagangannya dibawah pohon waru
10.Karyamin minta minum pada saidah
11.Saidah menawari Karyamin makan
12.Karyamin tidak mau,karena tidak mau menambah hutang
13.Karyamin melihat burung si paruh udang
14.Karyamin teringat pada anaknya
15.Karyamin kembali ke sungai
16.Karyamin ingin pulang karena istrinya meriang
17.Setengah bulan tengkulang belum membayar batunya
18.Karyamin pulang
19.Karyamin melihat jambu dan salak yang berserakkan
20.Karyamin urung mengambilnya karena tak layak makan
21.Karyamin melihat jengki di rumahnya
22.Pak Pamong sudah menunggu karyamin di rumahnya
23.Pak Pamong menagih iuran untuk korban kelaparan di afrika
24.Karyamin tertawa sekeras kerasnya
25.Karyamin pinsan

Minggu, 09 Juni 2013

KEBO GIRO


Sukma gadis cantik anak buruh serabutan yang sangat mencintai budaya leluhurnya.
Tidak ada cita cita besar dalam benaknya,
kecuali ketika ia menikah nanti dia ingin tampil cantik bak bidadari yang berjalan bersama pangeran idamannya sembari di iringi musik kebo giro.
Mungkin ini terlihat biasa untuk orang lain,tapi bagi Sukma dan warga dusun Cemploksari sangat jarang dan luarbiasa.
Warga disana hanya memikirkan makan apa hari ini,
tidak sampai mereka pikirkan pesta pernikahan 
yang mewah dan besar besaran,jangan seperti itu.
Untuk di "galaganjur"pun tidak sembarangan orang.
Meski kadang rasa pesimis itu sering muncul,tapi dia tetap pada impiannya.
Sore itu dia mendapat undangan dari Wati teman semasa kecilnya.
Bahwa lusa Wati akan menikah dengan anaknya pak camat.
Sukma sangat antusias menghadiri pernikahaan sang sahabat.
Di sana Sukma tersenyum bahagia melihat sang sahabat bagaikan ratu sehari,
namun dia juga iri karena Wati di "galaganjur".
Belum tentu kelak Sukma menikah akan beruntung seperti Wati.
Ketika tiba saatnya Sukma,dilamar oleh kekasihnya Romadhon.
Sukma senang karena Romadhon adalah anak tunggal keluarga Parja.
Pengusaha dan pemilik kebun teh yang kaya dan dermawan.
Romadhon memilih Sukma karena dia gadis cantik lugu dan berasal dari keluarga sederhana tapi bersahaja.
Di sisi lain Romadhon membuat Asih sakit hati.kaerena cinta Asih 
bertepuk sebelah tangan.memang sebagai anak tunggal juragan kaya raya 
Romadhon menjadi lelaki idaman banyak gadis dusun Cemploksari.
Asih tidak terima begitu saja atas pernikahan Sukma dan Romadhon.
Sementara itu waktu yang di tungu-tunggu Sukma datang juga.
Dia bersama Romadhon menjadi raja dan ratu sehari.
Dan berjalan diiringi musik kebo giro.
Namun,terdengar suara tembakan,timah panas menebus jantung Sukma.
Sukma meninggal di tempat.
Pada saat hal yang selama ini dia cita citakan sudah didepan mata.
Tidak lain pelakunya adalah Asih,yang cemburu pada Sukma.
Semua tamu undangan bingung akan peristiwa tersebut.
Hari yang seharusnya bahagia kini penuh dengan duka cita.
Waktu terus berganti,mitos tentang kematian Sukma pun merebak seantero kampung.
Barang siapapun yang membunyikan musik kebo giro,maka arwah Sukma akan datang.
Dan Sukma akan ikut berjalan pada iringan pengantin yang sedang di "galaganjur".
Karena itu impian Sukma yang takkan penah terwujud.

Minggu, 12 Mei 2013

INDAH DIRIMU

Ketika ku tatap wajah meronamu
Senyum merekah dari bibir merahmu
Mata lentik mu ayunkan sinaran penuh cinta
Betapaku bersyukur
Saksikan karya Tuhan yang begitu indah
Namun satu yang buatku iri
Angin begitu bebasnya 
Membelai rambutmu dengan begitu mesra
Aku hanya bisa
Merasakan harum dan lembut rambutmu
Meski hanya dalam khayal
Dinda 
Ingin kusapa dirimu
Tetapi....
Biarlah
Angin kan titipkan salam hangat dariku


Kamis, 11 April 2013

Tugas Sastra

1. Tuliskan beberapa realita sosial yang ada disekitarmu!
2. Diantara realita sosial tersebut, manakah salah satu yang paling banyak bersinggungan dengan orang lain?
3. Ubahlah realita sosial tersebut menjadi sebuah cerita pendek (sangat pendek) sesuai dengan realita yang ada (Nama Boleh Fiktif)

Jawab

1.    Ekonomi,Moral,Sosial,Agama
2.    Ekonomi
3.    Hidup sebatang kara bukanlah keinginan mbok Kasmi,tapi inilah kenyataan semenjak ditinggal suami dan anak sematawayangnya menghadap Tuhan. Ia sendiri di gubug reot yang jauh dari tetangga. Hanya mengandalkan gerabah untuk menyambung hidupnya. Jika tak ada panas maka ia tak bisa membuat gerabah. Dan hari ini tak ada seorangpun yang membeli gerabahnya. Itu artinya mbok Kasmi harus puasa lagi hari ini.